TIPS MANAIKAN PENDAPATAN UMKM DI MASA PANDEMI

 

 

MANAIKAN PENDAPATAN UMKM 

DI MASA PANDEMI




 

Perkembangan zaman di era milenial kini telah mamasuki berbagai sektor, hal ini didorong oleh keinginan manusia untuk menciptakan suatu dengan metode yang mudah dan ditempuh dengan waktu yang singkat. Namun penyebaran viris COVID-19 berdampak pada penurunan pendapatan para UMKM.

Kunjungi juga laman penjual roti enak dijogja

Salah satu langkah strategis untuk mengembalikan ekonomi Indonesia yaitu melalui sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Hal tersebut berdasarkan krisis ekonomi yang pernah menimpa Indonesia pada tahun 1998. Kementerian Keuangan (2012) menyebutkan bahwa selama krisis tahun 1998, UMKM mampu bertahan bahkan beberapa UMKM mampu bertahan hingga pasca krisis. UMKM mampu bertahan karena sebagian besar UMKM menghasilkan produk konsumsi dan jasa.Permintaan terhadap pendapatan dari produk tersebut yang rendah menyebabkan tingkat pendapatan masyarakat tidak berpengaruh terhadap permintaan barang yang dihasilkan. Sebagian besar UMKM juga tidak mendapat modal dari banksehingga pengaruh yang diberikan pada sektor perbankan tidak besar.

Kunjungi juga penjual kerajinan unik Jogja

Untuk meningkatkan pendapatan langkah pertama yang harus dilakukan adalah :

 

1.      STP (Segmenteing, Targeting, Positioning)

 

A.    Segmenting

 

Segmenting merupakan membagi masyarakat yang ada menjadi beberapa kelompok Secara otomatis konsumen ini akan menargetkan pembelian produk sesuai strategi pemasaran yang dianutnya. Biasanya segmentasi pemasaran dijadikan strategi perusahaan untuk mencari target konsumen yang tepat. Karena jika pemetaan ini sudah dikuasai, perusahaan bisa memproduksi barang/jasa yang memang dibutuhkan.. Tujuannya adalah agar mudah diklasifikasikan dan tujuan penjualan semakin spesifik.




 

Caranya adalah :

Bagi masyarakat berdasarkan 2 kelompok

a.       Geografis ; dilakukan dengan membagi masyarakat berdasarkan wilayah, misal masyarakat di gunung lebih memilih pakaian tebal di banding masyarakat di pantai yang memilih pakaian tipis.

b.      Demografis : dilakukan dengan membagi masyarakat berdasarkan kondisi masyarakat itu sendiri , misal kita menjual pakaian untuk berdasarkan jenis kelamin (laki laki, atau perempuan), berdasarkan usia, berdasarkan pekerjaannya atau yang lainnya.


Kunjungi laman Lsp.digital.id


B.     Targeting

Yaitu mulai menembak, menentukan target penjualan kita lebih spesifik. Misal

Berdasarkan wilayah yaitu daerah pantai, maka tareht kita dalam menjual pakaian adalah?

Gender : Laki laki & Perempuan

Usia        : 20 tahun – 30 tahun

Pendapatan : 1000.000 – 2000.000 ( ekonomi menengah ke bawah)

 

C.     Positioning

Yaitu menempatkan diri atau perusahaan bahwa kita di mata konsumen sebagai perusahaan yang ??

Misal perusahaan baru yang menjual produk murah. Atau perusahaan lama yang menjual barang barang mahal dengan kualitas baik.


Kunjungi juga refernsi semua tentang kota maksssar 

 

2.      Menggunakan Pemsaran Digital

Yaitu dengan menggunakan berbagai Sosial Media dan Market Place untuk branding produk dan penjualan secara online. Hal ini terbukti berhasil dan meringankan cost, karena tidak membayar sewa bangunan dan beban lainnya.





Kursi bar stool merupakan salah satu furniture yang sedang naik daun, dengan design yang simple minimalis, naun juga tetap estetik membuat nuansa ruangan mu semakin ciamik. menggunakan material Seegrassn, dan bambu serta warna furnis alami, dengan tinggu 1 meter, diameter duduk 45 cm. harga 225.000.

Testimoni Produk


Tunggu apalagi, segera beli sekarang juga, jadikan kamarmu semakin aestheti dengan furniture dari Green.living. Hubungi 087774307057 atau Instagram kami di @Green.living.



 

 

 

Komentar