7 NILAI NILAI AGAMA ISLAM PADA USAHA UMKM AGAR USAHA DIBERI KEMUDAHAN
7 NILAI NILAI AGAMA ISLAM PADA USAHA UMKM
AGAR USAHA DIBERI KEMUDAHAN
Penerapan penerapan nilai agama menjadi keharusan dalam
proses produksi untuk menjamin kehalalan, dan kemaslahatan produk. Memang hal
ini menjadi hal baru dan cenderung disepelekan oleh pelaku usaha, karena mereka
beranggapan bahwa kegiatan produksi semata mata untuk mencapai laba dan
memperluas pasar secara besar besaran. Namun belakangan ini produsen menyadari bahwa
ada faktor lain yang menetukan keberhasilan suatu produk, selain dari segi
kualitas. Kualiats yang baik dihasilkan dari kegiatan produksi yang baik dan
profesional dari tenaga kerja itu sendiri sehingga pemilik perusahaan harus
memastikan kecukupan dan kesejahterahan para karyawannya. Adapun tujuan
tersebut adalah untk menciptakan loyalitas karyawan sehingga menghasilkan
produk yang maksimal.
Kunjungi laman lspdigital.id
Proses pemberdayaan tenaga kerja dapat dilakukan dengan
berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan menumbuhkan nilai religiusitas
tenaga kerja. Metode yang digunakan adalah dengan menagjarkan nilai nilai
tasawuf secara efisien pada karyawan agar akhal dan moral karyawan sesuai
dengan syariat islam sehingga menciptakan atsmosfir lingkungan kerja yang baik.
Pengaplikasian nilai nilai etos kerja dapat dilakukan dengan pengamalan nilai
nilai agama.
kunjungi laman untuk melihat coto makassar
a. 7
TAHAPAN MAQOMAT
Ada
7 tingkatan nilai maqomat untuk menciptakan moral baik yaitu :
1. Taubat
Secara literal, taubat berarti “kembali”. Dalam perspektif tasawuf, taubat berarti kembali dari perbuatan-perbuatan yang menyimpang, berjanji untuk tidak mengulanginya kembali, kemudian kembali kepada Allah. Kembali kepada Allah bermakna mengerjakan segala yang disukai-Nya
Penerapan
konsep taubat sulit diterapkan dalam dunia pendidikan karena sering ditemui
kesalahan kesalahan dalam pendidikan sehingga yang perlu diperhatikan ialah
makna taubat sebagai rasa mengakui atas perbuatan yang dilakukan.
2. Wara’
Secara literal wara’
berarti menjauhkan diri dari dosa dan menahan
dari hal-hal yang syubhat dan
maksiat. wara’ berarti meninggalkan segala hal yang tidak
bermanfaat: berupa
ucapan, penglihatan, pendengaran, perbuatan, atau aktivitas lain yang dilakukan
seorang muslim.
3.
Zuhud
Ialah sifat meninggalkan hal hal keduniaan seperti harta, tahta, wanita,
dan lain lain. menurut Abu Hasan al-Syadzili Orang yang zuhud
adalah yang mampu menggunakan segala hal ikhwal duniawi sesuai dengan ketentuan hukum dan etika,
bukan untuk berlebihlebihan dan
berfoya-foya. Penggunaan materi yang demikian tidak dinilai bersifat keduniaan, karena
segalanya untuk kepentingan pendekatan
diri kepada Allah.16
4. Faqr
Dalam tasawuf, faqr berarti
senantiasa merasa butuh kepada Allah. Maksudnya ialah seorang manusia yang membutuhkan rahmat
allah SWT
5.
Shabar
Yaitu sifat
untuk berlaku tabah atas semua musibah, cobaan yang diberikan allah SWT
6.
Tawakul
Yaiatu perilaku memasrahkan diri pada allah SWT atas
segala yang terjadi.
7. Ridha
Ridha dalam perspektif
tasawuf berarti sebuah sikap menerima
dengan lapang dada dan senang terhadap apapun keputusan
dan perlakuan Allah.
Kunjungi laman untuk melihat kerajinan di Jogja
Tujuan Islam dalam kegiatan produksi adalah sebagai upaya memenuhi kebutuhan manusia yang banyak, namun harus tetap mementingkan nilai utilitas dan maslahah untuk mencapai keuntungan yang ditargetkan. Kemudian program latihan yang cocok digunakan dalam perusahaan UMKM adalah dengan melakukan training dan coaching dalam kegiatan produksi, dimana pemberian bimbingan dan pengarahan intens kepada karyawan dalam pelaksanaan keerja rutin mereka.
Kunjungi laman untuk melihat kue enak di jogja
Dengan mendekatkan diri pada Tuhan dan Mensejahterahkan karyawan atau sesama manusia, dengan kuasa tuhan semua urusan dalam berjualan akan dipermudah sehingga UMKM mampu bertahan di kondisi apapun.
kami Green.living alhamdulillah selama 2020 dimasa pandemi kami tetap bisa bertahan untuk berniaga, karena menerapkan niali nilai tersebut. berikut macam produk kami


Komentar
Posting Komentar